Celoteh Ania

Setitik Ilmu yang Aku Peroleh

Archive for August, 2008


Kedatangan Para Artis di Jagad Politik Indonesia

Pada pemilihan umum tahun 2009 ini bakal diramaikan oleh para selebritis yang mencalonkan dirinya sebagai anggota legislative. Misalnya di PDI Perjuangan terdapat beberapa nama selebirtis yaitu Rieke Diah Pitaloka, Sonny Tulung, Dedi Gumelar (Mi’ing) dan Edo Kondologit. Partai Demokrat pun juga mencalonkan beberapa artis sebgai calon anggota legislative yaitu Adjie Massaid, Angelina Sondakh, Qomar, Tere, Vena Melinda, Virnie Ismail, dan Macica Mochtar.

Beralihnya profesi para artis ini perlu dicermati. Apakah ini adalah sebuah latah politik dimana para artis tersebut mengikuti jejak rekan satu profesi mereka yang sebelumnya sudah berkecimpung di dunia politik. Atau mungkin saja para partai politik memilih para artis sebagai calon legislative hanya sebagai pendongkrak hasil suara dengan popularitas yang dimiliki oleh para artis tersebut. Continue Reading →

Politik sama dengan Uang….

Akhir-akhir ini sering kali dapat kita lihat di layar televisi, bagaimana para calon pemimpin bangsa ini mulai dari presiden, gubernur dan bahkan bupati berlomba-lomba untuk mempromosikan diri mereka sendiri sebagai calon pemimpin bangsa ini. Mereka membuat sebuah iklan di layar televisi yang menggambarkan sosok mereka, visi dan misi merka untuk memajukan kesejahteraan rakyat, serta janji-janji lain yang diumbar yang disertai pula sebuah slogan. Continue Reading →

Kereta ekonomi vs Realita Kota Jakarta

Kereta ekonomi, kata orang-orang adalah transportasi yang murah meriah. Ya memang sangat murah, dengan perjalanan yang sangat begitu jauh hanya memakan biaya tidak lebih dari 3000 rupiah dan mendapatkan pengalaman luar biasa yang tidak didapat dengan naik transportasi lain (alias pengalaman desak-desakan dan mencium bau keringat orang lain serta ketegangan yang luar biasa dalam mempertahankan isi dompet dan hp). Ya meskipun begitu, dari kereta ekonomi inilah aku mendapatkan bagaimana sebenarnya realita hidup yang terjadi di kota Jakarta, meskipun ini hanya sebagian kecil dari realita kehidupan kota Jakarta yang ada. Akan tetapi, hal ini sudah bisa membuka mata hatiku untuk melihat bagaimana keadaan kota Jakarta yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan di kampung halamanku. Continue Reading →

Main Hakim Sendiri

Dalam perjalanan pulang ku menuju Depok, untuk kali pertamanya aku melihat sebuah tindakan main hakim sendiri. Tindakan ini terjadi di salah satu stasiun menuju Bogor, karena memang saat itu aku naik kereta ekonomi tujuan Jakarta-Bogor. Tindakan main hakim sendiri ini disebabkan karena adanya seorang copet yang mungkin karena keberuntungan sedang tidak berpihak padanya pada hari itu, dia ketahuan. Dan pada akhirnya dia dikeroyok massa. Massa menghakimi copet itu dengan menimpukinya dan memukulnya. Hal ini dilakukan oleh massa karena memang mereka pasti jengkel dengan ulah si copet itu yang telah mengambil barang yang bukan hak nya. Si copet itu tentu berteriak-teriak meminta tolong. Tapi tetap saja massa tidak menghentikan aksi main hakim sendiri itu. Untungnya saja, datang seorang petugas dari stasiun itu untuk menghentikan tindakan main hakim sendiri massa tersebut. Akhirnya si copet itu terselamatkan juga dari amukan massa. Si copet itu yang merasa sangat kesal dengan tindakan massa kemudian berteriak-teriak “wey, gue ini pedagang! bukan copet! sial!” Continue Reading →

MERDEKA!!!!

Hari minggu 17 Agustus 2008, Indonesia tepat berumur 63 tahun. Di usia yang sudah menginjak lebih dari setengah abad ini, sepatutnya kita dalam merayakan hari kemerdekaan ini tidak hanya dengan menyelengarakan lomba ini itu ataupun dengan menggelar panggung-panggung. Akan tetapi, alangkah baiknya kita merenung apa saja yang sudah dicapai bangsa kita ini selama 63 tahun itu. Prestasi-prestasi apa dan kekurangan-kekurangan atau bahkan kegagalan apa saja yang terjadi selama Indonesia merdeka. Apakah pencapaian-pencapaian yang ada ini sudah sesuai dengan tujuan dibentuknya Negara Indonesia ini yang dicita-cita kan oleh para founding fathers kita. Dan bahkan kita pantas mengajukan pertanyaan apakah “Bangsa Indonesia ini apakah memang sudah benar-benar merdeka ataukah belum?”
Continue Reading →

anggaran 20%????????

Seperti yang tercantum dalam pasal 31 ayat 4 Undang-Undang Dasar 1945, anggaran pendidikan di Indonesia yang diamantkan oleh konstitusi adalah sebesar 20%. Selain itu, juga tercantum pada Pasal 49 ayat 1 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas menyatakan bahwa “Dana Pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan dialokasikan minimal 20% dari APBN pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari APBD.” Anggaran pendidikan 20% juga disebutkan pada Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 011/ PUU-III/ 2005 yang menyatakan bahwa pelaksanaan anggaran pendidikan sebesar 20% tidak boleh ditunda-tunda. Akan tetapi sampai sekarang pemenuhan akan anggaran sebesar 20% itu masih juga belum terpenuhi. Pemerintah berdalih bahwa pemenuhun itu tidak serta merta langsung diberikan sebesar 20%, tetapi dengan kenaikan bertahap. Padahal MK memutuskan bahwa Penjelasan pasal 49 ayat (1) UU Sisdiknas yang menyatakan bahwa pemenuhan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN akan dilaksanakan secara bertahap tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.
Continue Reading →

Kaum Muda vs Kaum Tua

Menjelang pemilihan presiden 2009 ini, hal yang sering dibahas oleh publik akhir-akhir ini adalah masalah mengenai usia seorang pemimpin. Ada dua kubu dalam permasalahan ini, yaitu kubu yang menyatakan bahwa saat ini adalah masa dimana kaum muda harus memimpin dan kubu yang menyatakan bahwa kaum tua juga masih sanggup memimpin. Hal ini menjadi sangat kontroversial ketika Tifatul Sembiring menyatakan bahwa usia pemimpi yang ideal adalah yang berumur 50 tahun. Hal ini langsung mendapat tanggapan dari Megawati yang memang sudah berusia di atas 50 tahun. Megawati, yang kemungkinan besar akan maju dalam bursa pencalonan presiden 2009, langsung menantang Tifatul Sembiring untuk maju dalam pemilihan presiden 2009. Tak mau kalah, kemudian Fadjroel Rahman, seorang aktivis muda yang akan mencalonkan dalam pemilihan presiden 2009 secara independen, juga mengangkat isu kaum muda. Inilah saatnya kaum muda yang memimpin.

Continue Reading →