Kaum Muda vs Kaum Tua
Menjelang pemilihan presiden 2009 ini, hal yang sering dibahas oleh publik akhir-akhir ini adalah masalah mengenai usia seorang pemimpin. Ada dua kubu dalam permasalahan ini, yaitu kubu yang menyatakan bahwa saat ini adalah masa dimana kaum muda harus memimpin dan kubu yang menyatakan bahwa kaum tua juga masih sanggup memimpin. Hal ini menjadi sangat kontroversial ketika Tifatul Sembiring menyatakan bahwa usia pemimpi yang ideal adalah yang berumur 50 tahun. Hal ini langsung mendapat tanggapan dari Megawati yang memang sudah berusia di atas 50 tahun. Megawati, yang kemungkinan besar akan maju dalam bursa pencalonan presiden 2009, langsung menantang Tifatul Sembiring untuk maju dalam pemilihan presiden 2009. Tak mau kalah, kemudian Fadjroel Rahman, seorang aktivis muda yang akan mencalonkan dalam pemilihan presiden 2009 secara independen, juga mengangkat isu kaum muda. Inilah saatnya kaum muda yang memimpin.
Sebenarnya masalah kaum muda dan kaum tua ini, menurut saya, bukanlah hal yang mesti diperdebatkan. Baik kaum muda dan kaum tua asalkan mereka mempunyai profesionalitas, kemampuan yang baik dan tentunya disertai sisi rohani yang baik pula maka ini umur tidak akan menjadi masalah. Mau kaum muda yang memipin boleh-boleh saja asalkan memang dia bisa mengemban amanah rakyat dengan baik dan bisa menyelesaian persoalan bangsa yang tengah dihadapi. Begitu juga dengan kaum tua. Seperti yang dikatakan Jusuf Kalla “Harusnya untuk memilih seorang pemimpin dilihat berdasarkan kemampuan dan pikiran,” kata Wapres Jusuf Kalla saat membuka Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Jadi yang terpenting saat ini bukanlah masalah muda maupun tua, kaum muda punya semangat, kaum tua punya pengalaman. Harusnya tidak perlu diperdebatkan, tapi mesti saling melengkapi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.




This is default description text on Padangan Themes, of course you can change this text via you profile administration.