SemiFinal EURO Spanyol VS Rusia
Pertandingan semifinal antara Spanyol dan Rusia sangat lah menarik. Spanyol asuhan Luis Aragones yang disebut sebagai tim underdog akhirnya dapat membuktikan dirinya dengan mengalahkan Rusia asuhan Guus Hiddink dengan skor telak 3-0. Gol pertama yang dicetak oleh Xavi Hernandez seolah-olah menjadi pembangkit semangat tim matador ini yang pada babak pertama tidak mampu menelurkan satu gol pun. Ternyata strategi Luis Aragones, dengan memasukkan Fabregas pada menit ke 34 sebagai pengganti David Villa dapat mengubah permainan tim matador ini, meskipun dengan masuknya Fabregas sebagai gelandang telah mengubah posisi permainan yang semula 4-4-2 menjadi 4-3-2-1.
Permainan sepanjang babak kedua sangat menarik. Spanyol banyak menyerang, begitupun juga dengan Rusia. Kesempatan-kesempatan atau peluang gol pun banyak tercipta di babak kedua ini daripada babak pertama. Hujan deras yang turun disertai petir yang menyambar ternyata tidak banyak mempengaruhi permainan kedua tim tersebut. Kemudian tercipta gol kedua oleh Daniel Guiza dan menjadikan kedudukan Pavlyuchenko dkk semakin terdesak saja dan peluang menuju final semakin tipis. Dan pada menit-menit terakhir yaitu 18 menit sebelum pertandingan berakhir terciptalah gol dari David Silva. Sungguh tiga gol yang sangatlah indah yang menghantarkan tim matador ini ke babak final. Dua gol yang terakhir ini tercipta atas assists dari Fabregas, gelandang muda asal Arsenal. Gol David Silva kemudian mengakhiri pertandingan ini dan menghantarkan Spanyol menuju ke final dimana Jerman sudah siap menanti disana serta menghantarkan Rusia pulang ke kandang mereka dengan tangisan tragis.
Kata-kata David Villa, “mari kita lihat apa yang bisa kami lakukan, menyingkirkan Rusia dan melangkah ke final. Kami ingin mencetak sejarah lebih besar!” telah terbukti dengan lolosnya Spanyol ke final meskipun tanpa kontribusi gol dari David Villa. Mitos yang mengatakan bahwa Guus Hiddink hanya bisa menembus semi final pun akhirnya terbukti kembali, setelah sebelumnya Guus Hiddink juga terjegal di semifinal pada Piala Dunia 2002 yang pada saat itu menjadi pelatih tim Korea Selatan. Akan tetapi, mitos kaos kuning tidak terbukti di pertandingan ini, kaos kuning kini telah menjadikan keberuntungan bagi tim Spanyol. Kita tunggu saja nanti bagaimana laga tim Spanyol dibawah asuhan Luis Aragones ini bisa menjamu Ballack cs, yang kemungkinan pertandingan akan sangat menarik karena kekuatan mereka hampir seimbang.

















This is default description text on Padangan Themes, of course you can change this text via you profile administration.
June 28th, 2008 at 22:29
gw ga suka spanyol
negara rasist real madrid yg bangga dgn wrn putihnya
apalagi si aragones rasis bgt pas muji reyes lebih hebat drpd si budak hitam henry
udh gtu sok ikutan ma usa mw jd polisi dunia lagi
untung dy cabut dr medan perang
jd mw pake pormasi apa ke th spanyol gw harap kalah ma jerman
tp gw jg ga suka jerman
gw suka indonesia
Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Pastikan hari ini..
Kita menang..
O wo o wo…..
gw jg suka ania tuh jg klw boleh an
Merdeka
[Reply]
June 29th, 2008 at 20:10
salam kenal ya
[Reply]