Pemilihan Umum Langsung, sesuai atau tidak?
Pemilihan presiden, gubernur, walikota ataupun bupati secara langsung merupakan suatu kemajuan kehidupan demokrasi di Indonesia. Rakyat dapat menentukan pilihan pemimpinnya sendiri sesuai dengan kriteria masing-masing.
Tapi apakah kondisi masyarakat Indonesia mendukung adanya suatu pemilihan para pemimpin ini secara langsung?
Jika dilihat dari bagaimana kehidupan orang di pedesaan. Dimana kehidupannya yang bisa dikatakan tidak mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi. Kalau pun ada yang berpendidikan tinggi, itupun sangat jarang. Pendidikan akan sangat berpengaruh akan dalam proses pemilihan. Apalagi jika ditambah dengan maraknya iklan-iklan tentang suatu partai dan calon presiden yang makin kesinin makin intens. Maka bisa jadi mereka dalam memilih tidak lagi berdasarkan suatu kriteria keahlian tetapi hanya berdasarkan iklan mana yang dianggapnya menarik (paling mengena di hati) dan paling sering muncul di televisi.
Aktivitas politik yang jarang, dalam artian bahwa mereka tidak terlalu peduli dengan kehidupan politik. Yang penting bagi mereka adalah bagaimana mengurusi urusan perut dirinya dan keluarga mereka sendiri.
Partisipasi yang bisa dikatakan sebagai partisipasi politik yang dimobilisasi. Dimobilisasi oleh para elit desa, yang mempunyai kekuasaan yang lebih disbanding dengan rakyat biasa. Rakyat memilih sesuai dengan apa yang dikatakan oleh para elit nya (karena masih adanya sistem patron-client yang masih melekat di kehidupan warga). Apalagi jika ada calon pemimpin yang memberikan duit yang banyak, pasti mereka akan memilih calon tersebut (money politic).
Dari gambaran tersebut apakah sesuai pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden secara langsung?












