Celoteh Ania

Setitik Ilmu yang Aku Peroleh


Sumpah Pemuda 28 Oktober

Tanggal 28 Oktober 2008 kita bangsa Indonesia akan memperingati hari Sumpah Pemuda ke 80. Sumpah Pemuda merupakan suatu moment pada zaman pergerakan yang mengikatkan bangsa ini menjadi suatu bangsa yang satu bernama Indonesia. Berbangsa yang satu, berbahasa yang satu, dan bertanah air yang satu, Indonesia.

Dalam peringatan sumpah pemuda ini sebagai pemuda dan pemudi Indonesia, penerus cita-cita mulia para pahlawan, harusnya kita merasakan makna dari sumpah pemdua ini. Memaknai apa tujuan para pahlawan-pahlawan pemuda pada saat itu, sehingga dengan sumpah pemuda kita dapat melakukan suatu hal yang berguna bagi bangsa dan negara.

Pemuda pemudi Indonesia saat ini yang dapat kita lihat sendiri, mereka kurang memaknai hari sumpah pemuda ini. melewatkan hari ini seperti biasa. Tidak memberikan kesan special di hati mereka. Apalagi dengan adanya westernisasi yang menghinggapi para pemuda pemudi Indonesia. Mereka menjadikan Barat sebagai kiblat. Dengan begitu rasa nasionalisme yang mereka rasakan pun menjadi semakin terkikis dengan semakin derasnya globalisasi, westernisasi, dan modernisasi.

Mereka seakan tidak peduli lagi dengan permasalahan bangsa, mementingkan kesenangan mereka sendiri. Semangat berjuang yang loyo karena terfasilitasi akses yang mudah.

Oleh karena itu, dalam peringatan sumpah pemuda kali ini maka marilah kita semua menumbuhkan semangat untuk bangkit membangun Indonesia, menyatukan jiwa ke Indonesiaan kita untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Perjuangan yang bukan lagi mengandalkan fisik saja seperti zaman pra kemerdekaan akan tetapi otak dan keahlian juga bisa menjadikan alat perjuangan.

Machiavelli, pemikir amoralis

Machiavelli adalah seorang pemikir kelahiran Italia yang sering disebut sebagai pemikir yang amoralis. Cara apapun dihalalkan, untuk mencapai sebuah kekuasaan. Begitu pemikiran Machiavelli yang terkesan mengabaikan moral demi sebuah kekuasaan.

Dia mengatakan bahwa seorang penguasa boleh menggunakan cara-cara keji, kejam, cara binatang dalam berkuasa. Akan tetapi cara-cara tersebut jangan sering dilakukan. Machiavelli juga menyarankan agar sebuah negara harusnya mempunyai pasukan tentara sendiri yang tangguh. Jangan menggunakan tentara bayaran atau sewaan. Hal ini disebabkan oleh tentara sewaan tersebut tidak lah setia kepada sebuah negara. Siapa yang membayarnya lebih banyak maka dia akan setia kepadanya.

Machiavelli juga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang penguasa dia harus kuat seperti serigala dalam menghadapi musuh-musuhnya, tetapi harus menjadi rubah yang hati-hati terhadap jebakan-jebakan di depannya.

Itulah beberapa pemikiran Machiavelli, seorang pemikir yang dianggap amoralis, tetapi banyak orang yang menganut pemikirannya tersebut.