Celoteh Ania

Setitik Ilmu yang Aku Peroleh


GOLPUT

Pada pemilihan-pemilihan kepala daerah yang berlangsung di tahun-tahun terakhir ini ditemukan banyak sekali golongan putih atau sering dikenal sebagai golput. Golput artinya bahwa mereka-mereka ini adalah orang-orang yang tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum baik pemilihan kepala daerah maupun kepala negara dan anggota legislatif.

Fenomena ini sekarang ini makin marak terjadi di beberapa pemilihan, malah di Pilkada Jabar posisi golput lebih besar daripada prosentase hasil pemenang pilkada (Hade). Fenomena golput bisa jadi disebabkan akan kejenuhan masyarakat oleh politik. Mereka jenuh dengan kehidupan politik yang bisa dibilang tidak kunjung baik. Banyak partai politik yang hanya mementingkan kepentingan mereka, kasus-kasus korupsi yang makin merajalela, dan kesejahteraan rakyat yang tak kunjung terpenuhi, dan lain sebagainya membuat kejenuhan terhadap perpolitikan Indonesia makin memuncak. Kejenuhan akan politik kemjudian diejawantahkan dalam kegolputan mereka dalam pemilihan umum.

Golput bisa juga disebabkan karena tidak ada calon baik legislatif maupun eksekutif yang dinilai berkompeten untuk mengemban amanah rakyat. Oleh karena itu, mereka lebih baik tidak menggunkan hak pilih mereka.

Selain itu, golput bisa dijadikan pelajaran bagi para politisi dalam parpol untuk lebih mengedepankan kepentingan rakyat karena rakyat memilih golput salah satunya disebabkan oleh kejenuhan terhadap partai.

Berhubung pemilu 2009 semakin dekat, saya sendiri berharap agar kelompok golput ini bisa berkurang. Karena apabila pemerintahan terpilih hasil pemilu yang didominasi oleh golput, maka pemerintahan ini akan berkurang legitimasinya.

Junglish

Gara-gara mosting tentang bule, keterusan kyeh mosting nganggo basa Inggris maning.
Kiye postingan njukut saka email sing wis ngider maring ngana-ngana. Tapi kayane boleh juga nampil nang kene di gabung karo basa Tegal pimen dadine ya?

Postingan kiye kanggo dulur-dulur sing padha setress eben bisa gembuyu maning!

APA KUWE “JUNGLISH”? .

“JUNGLISH” kuwe singkatane saka “JUNGLE ENGLISH”,…contone kaya kiye kyeh:

JAKARTENGLISH.. nganggo tambahan ’sih’, ‘deh’, ‘dong’.

“That book is very good,deh !”
“Can you speak English?. yaeh a little sih I can !”
“Use my money first nih !”
“Give me more dong !”
“How sih, little little angry !?”

SUROBENGLISH; nganggo tambahan ‘tah’ karo ora ketinggalan ‘diancuk’.

“Do you feel sick tah ?”
“Diancuk….he took my money !”

SUNDANGLISH, biasane ditambai ‘atuh’, ‘euy’, ‘mah’

“Well,if that kind, it pretty so -so atuh !”
“It can be the way euy !”
“I am mah, not like that…anything else ?”

JAVELISH, nganggo tambahan :’lho’,'lha’,'tho’,'kok’,'ki’..

“Lho, I already bought the book, Lha kok,buying again?”
“I told you many times tho !”
“Lha, I didn’t know tho yo….how ki ?”
“Don’t be like that, no…!?”

Tambahan liyane nganggo ‘wo’,'wah’, ‘we’, ‘jian’, ‘je’.

“We’ …lha this book is mine je !”
“Wo….only like that tho ?”
“Wah…expensive tho ?”
“Jian, Peijem is beautiful tenan !”

Ana maning tambahan ‘Javanese sound effect” kaya kiye :

“Suddenly, mak bedhengus Tukiman appeared !”
“My head feels pain, mak cleng !”
“Mak teplok, I got the mango !”
“My chicken is suddenly dead, mak cekengkeng !”
“Mak gedhebug, Kamprete fell down !”
“Edian tenan, I am very shocked when he appeared, Mak jegagik..!”

Tambahan saka enyong :

“Suddenly, a car hit the gate “Jebrod !” (wak..kak..kak..kak…!)

diambil dari : http://tegal-ngumpul.blogspot.com/2008/02/junglish.html