Nilai UTS sudah Keluar
Ya, nilai UTS saya semester 4 ini udah keluar. Cukup membuat mata kepala tertusuk. Cukup menggoncangkan jiwa. Apa ini akibatnya jika saya nglantur kemana-mana? Ga fokus belajar.
Atau karena saya tidak dibantu oleh Allah ketika ujian?
Metode Numerik cukup mendapat nilai D. Jaringan Komputer cukup C.
Ya Allah tunjukkanlah hikmah dibalik semua ini. Tunjukkan padaku jalan yang benar.
Pahamkan dan arahkan diriku pada jalan yang benar. Dan berilah kekuatan untuk menjalaninya.
Kawan, saya butuh nasehatmu…
Mungkin artikel dibawah ini bisa mewakili apa yang saya alami, saya co-pas dari http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=588
‘Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullahu berkata:
“Barangsiapa beranggapan perkataannya merupakan bagian dari perbuatannya (niscaya) menjadi sedikit perkataannya, kecuali dalam perkara yang bermanfaat baginya.”‘Umar bin Qais Al-Mula’i rahimahullahu berkata:
Seseorang melewati Luqman (Al-Hakim) di saat manusia berkerumun di sisinya. Orang tersebut berkata kepada Luqman: “Bukankah engkau dahulu budak bani Fulan?” Luqman menjawab: “Benar.”
Orang itu berkata lagi, “Engkau yang dulu menggembala (ternak) di sekitar gunung ini dan itu?” Luqman menjawab: “Benar.”
Orang itu bertanya lagi: “Lalu apa yang menyebabkanmu meraih kedudukan sebagaimana yang aku lihat ini?” Luqman menjawab: “Selalu jujur dalam berucap dan banyak berdiam dari perkara-perkara yang tiada berfaedah bagi diriku.”Abu ‘Ubaidah meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu bahwasanya beliau berkata:
“Termasuk tanda-tanda berpalingnya Allah Subhanahu wa Ta’ala dari seorang hamba adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kesibukannya dalam perkara-perkara yang tidak berguna bagi dirinya.”Sahl At-Tustari rahimahullahu berkata:
“Barangsiapa (suka) berbicara mengenai permasalahan yang tidak ada manfaatnya niscaya diharamkan baginya kejujuran.”Ma’ruf rahimahullahu berkata: “Pembicaraan seorang hamba tentang masalah-masalah yang tidak ada faedahnya merupakan kehinaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala (untuknya).”
(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam 1/290-294)

